Monday, April 23, 2012

fungsi bahasa dalam perkembangan sains


FUNGSI BAHASA DALAM PERKEMBANGAN SAINS  1)

Agustin Fatmawati  , Nila Mutia Dewi  , Zul Farida Arini 2)


Abstrak : Bahasa merupakan sarana komunikasi antar manusia.Bahasa dan manusia merupakan dua hal yang tak dapat dipisahkan. Bahasa tumbuh dan berkembang karena manusia dan manusia berkembang karena bahasa. Keduanya menyatu dalam segala aktivitas kehidupan. Bahasa merupakan sarana berpikir ilmiah yang dapat mengantarkan manusia pada pengetahuan yang benar sehingga dari kebenaran-kebenaran tersebut akan menjadikan sains semakin berkembang. Dalam perkembangannya, sains dibantu oleh bahasa verbal dan bahasa matematika. Bahasa verbal menggunakan kata-kata untuk menyampaikan ide, pikiran, dan maksud kita. Sedangkan bahasa matematika mengembangkan bahasa numerik yang memungkinkan kita untuk melakukan pengukuran secara kuantitatif.
Kata kunci : bahasa, bahasa verbal, bahasa matematika
Pendahuluan
Bahasa merupakan sarana komunikasi antar manusia. Sebagai sarana komunikasi maka segala yang berkaitan dengan komunikasi tidak terlepas dari bahasa. Seperti berpikir sistematis dalam menggapai ilmu dan pengetahuan. Dengan kata lain tanpa mempunyai kemampuan berbahasa, seseorang tidak dapat melakukan kegiatan berpikir secara sistematis dan teratur. Cakrawala berpikir seseorang akan terbentang luas dengan kemampuan kebahasaan. Wittgenstein menyatakan bahwa ”batas bahasaku adalah batas duniaku”.
Aliran filsafat bahasa dan psikolinguilistik melihat fungsi bahasa sebagai sarana untuk menyampaikan pikiran, perasaan, dan emosi, sedangkan aliran sosiolinguitistik berpendapat bahwa fungsi bahasa adalah sarana untuk perubahan masyarakat. Bahasa sebagai alat komunikasi verbal yang digunakan dalam proses berpikir ilmiah dimana bahasa merupakan alat berpikir dan alat komunikasi untuk menyampaikan jalan pikiran tersebut kepada orang lain, baik pikiran yang berlandaskan logika induktif maupun deduktif. Kegiatan berpikir ilmiah inilah  

yang menjadi faktor penentukan kecepatan perkembangan sains . Dalam sejarah perkembangan sains dibantu  oleh bahasa verbal dan bahasa matematika . Baik bahasa verbal maupun bahasa matematika mempunyai kelemahan dan kelebihan. Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk menjelaskan fungsi bahasa dalam perkembangan sains.
Pembahasan
A.                Fungsi bahasa dalam perkembangan sains
Bahasa merupakan suatu sistem yang terdiri dari lambang-lambang, kata-kata, dan kalimat-kalimat yang disusun menurut aturan tertentu dan digunakan sekelompok orang untuk berkomunikasi. Bahasa dan manusia merupakan dua hal yang tak dapat dipisahkan. Bahasa tumbuh dan berkembang karena manusia dan manusia berkembang karena bahasa. Keduanya menyatu dalam segala aktivitas kehidupan. Bahasa pula yang membedakan manusia dengan makhluk ciptaan Tuhan yang lain.
Dilihat dari segi fungsinya, bahasa memiliki dua fungsi yaitu sebagai alat untuk menyatakan ide, pikiran, gagasan atau perasaan, dan sebagai alat untuk melakukan komunikasi dalam berinteraksi dengan orang lain. Berdasarkan dua fungsi tersebut, mustahil jika manusia tidak melibatkan bahasa dalam berinteraksi dan berkomunikasi. Komunikasi pada hakekatnya merupakan proses penyampaian pesan dari pengirim kepada penerima. Hubungan komunikasi dan interaksi antara si pengirim dan si penerima dibangun berdasarkan penyusunan kode atau simbol bahasa oleh pengirim dan pembongkaran ide atau simbol bahasa oleh penerima.
Faktor yang menentukan kecepatan perkembangan sains adalah sarana berpikir ilmiah. Sarana berpikir ilmiah mencakup bahasa dan logika. Bahasa sebagai sarana berpikir ilmiah dapat mengantarkan manusia pada pengetahuan yang benar sehingga dari kebenaran-kebenaran tersebut akan menjadikan sains semakin berkembang.

B.                 Bahasa verbal dan bahasa matematika
Konsep ilmu dapat dibagi dalam tiga golongan yakni klasifikasi, perbandingan (komparatif), dan kuantitatif. Konsep klasifikasi adalah suatu konsep yang meletakkan objek yang sedang ditelaah dalam suatu kelas tertentu. Penggolongan ini memungkinkan untuk menemukan ciri-ciri yang sifatnya umum dari anggota-anggota yang membentuk kelompok tertentu. Konsep yang lebih efektif dalam memberikan informasi adalah konsep perbandingan (komparatif). Konsep ini berperan sebagai perantara antara konsep klasifikasi dan konsep kuantitatif. Dalam tahap komparatif mulai melakukan perbandingan antara objek yang satu dengan objek yang lain. Seringkali konsep perbandingan dijadikan dasar untuk sebuah konsep kuantitatif. Tahap kuantitatif mencari hubungan sebab akibat tidak lagi berdasarkan perbandingan melainkan berdasarkan pengukuran yang eksak dari objek yang sedang dipelajari. Dalam hal ini, bahasa verbal berfungsi dengan baik pada tahap komparatif sedangkan pada tahap kuantitatif dibutuhkan bahasa matematika.
Bahasa verbal adalah sarana utama untuk menyatakan pikiran, perasaan dan maksud kita. Bahasa verbal mengunakan kata-kata yang mempresentasikan berbagai aspek realitas individual kita. Kelebihan bahasa verbal adalah mudah, cepat, efisien, dan memberikan kesempatan berlangsungnya penularan informasi kompleks dari seseorang kepada orang lain.
Bagi dunia keilmuan matematika berperan sebagai bahasa simbolik yang memungkinkan terwujudnya komunikasi yang cermat dan tepat. Matematika dalam hubungannya dengan komunikasi ilmiah mempunyai peran ganda, yakni sebagai ratu sekaligus pelayan ilmu. Di satu pihak sebagai ratu matematika merupakan bentuk tertinggi dari logika, sedangkan di pihak lain sebagai pelayan matematika memberikan bukan saja sistem pengorganisasian ilmu yang bersifat logis, tetapi juga pernyataan-pernyataan bentuk model matematika. Matematika bukan saja menyampaikan informasi secara jelas dan tepat, melainkan juga sikap. Suatu rumus jika ditulis dengan bahasa verbal memerlukan kalimat yang banyak, padahal semakin banyak kata yang dipergunakan makin besar pula peluang untuk terjadi misinformasi dan misinterpretasi, dalam bahasa matematika cukup ditulis model yang sederhana.
Matematika mengembangkan bahasa numerik yang memungkinkan kita untuk melakukan pengukuran secara kuantitatif. Sifat kuantitatif dari matematika ini meningkatkan daya prediktif dan kontrol dari ilmu dan memberikan jawaban yang bersifat eksak yang memungkinkan pemecahan masalah secara lebih tepat dan cermat. (J.S. Suriasumantri 1997). Matematika merupakan bahasa artifisial yang dikembangkan untuk menjawab kekurangan bahasa verbal yang bersifat alamiah. Matematika memungkinkan ilmu mengalami perkembangan dari tahap kualitatif ke kuantitatif.
Contoh penggunaan bahasa verbal dan matematika : kita sedang mempelajari kecepatan jalan kaki seorang anak maka objek “kecepatan jalan kaki seorang anak (bahasa verbal) ” dilambangkan X(bahasa matematika) , dalam hal ini maka X hanya mempunyai arti yang jelas yakni “kecepatan jalan kaki seorang  anak”. Demikian juga bila kita hubungkan “kecepatan jalan kaki seorang anak” dengan obyek lain misalnya “jarak yang ditempuh seorang anak” yang  kita lambangkan dengan Y , maka kita lambangkan hubungan tersebut dengan Z=Y/X dimana Z melambangkan “waktu berjalan kaki seorang anak “. Pernyaaan Z=Y/X tidak mempuyai konotasi emosional , selain itu bersifat jelas dan spesifik (Jujun S. Suriasumantri.1990).
Kesimpulan
Bahasa merupakan alat  komunikasi antar manusia yang dapat digunakan sebagai sarana berpikir  ilmiah sehingga berpengaruh pada perkembangan sains. Perkembangan sains dibantu oleh bahasa verbal dan bahasa matematika.
Bahasa verbal menggunakan kata-kata untuk menyampaikan ide, pikiran, dan maksud kita. Sedangkan bahasa matematika mengembangkan bahasa numerik yang memungkinkan kita untuk melakukan pengukuran secara kuantitatif. Baik bahasa verbal maupun bahasa matematika mempunyai kelemahan namun dengan adanya koreksi maka akan dihasilkan pengetahuan yang benar.
Daftar Pustaka
Suriasumantri, Jujun. 2006. Ilmu dalam Perspektif.  Jakarta: Yayasan Obor Indonesia
Wonoraharjo, Surjani. 2011. Dasar-dasar Sains. Jakarta: Indeks
Suyudi, Agus. 2003. Dasar-dasar Sains. Malang: JICA

No comments:

Post a Comment